Berita

Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya

Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Mentor untuk Ketiga Kalinya, Surabaya Terdepan dalam Mewujudkan Kota Responsif Gender di Indonesia

May 10, 2024

Surabaya, kota metropolitan di Indonesia yang terkenal dengan inisiatif progresifnya, sekali lagi mendapatkan penghargaan "Anugerah Parahita Ekapraya" dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada kategori mentor atas kontribusinya terhadap pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Prestasi ini menandai kemenangan ketiga bagi Surabaya dalam kategori tertinggi yang didedikasikan untuk kemajuan perempuan di Indonesia, yang juga menegaskan komitmen teguh Kota Surabaya untuk menciptakan lingkungan di mana perempuan dapat berkembang, memimpin, dan sukses.

Program Pemberdayaan Perempuan

Keberhasilan Surabaya dalam mempertahankan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya serta mendapat peringkat pertama untuk Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak, merupakan bukti dedikasi jangka panjang Surabaya terhadap pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Melalui serangkaian program, kebijakan,dan kemitraan yang inovatif, kota ini secara aktif berupaya menghilangkan hambatan dan menciptakan peluang bagi perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka dalam semua aspek kehidupan. Misalnya saja, Surabaya telah mengambil langkah inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perlindungan perempuan dengan mendirikan Pusat Pembelajaran Keluarga di 487 balai RW di seluruh sudut kota. Selain itu, Surabaya mendirikan Pusat Informasi Sahabat Perempuan (PRISMA) untuk membekali perempuan dengan pengetahuan, keterampilan, dan peluang yang mereka butuhkan untuk berkembang dalam segala aspek kehidupan. Dengan mempromosikan akses terhadap informasi, mendorong keterlibatan masyarakat, dan mengadvokasi kebijakan responsif gender, PRISMA Kota Surabaya diharapkan dapat mendorong perubahan positif dan memajukan hak-hak dan pemberdayaan perempuan di Kota Pahlawan dan sekitarnya.

Forum Puspa Srikandi

Surabaya Surabaya telah mengambil sikap proaktif dalam menjamin kesejahteraan dan kesejahteraan perempuan melalui pembentukan “Forum Puspa Srikandi.” Dikukuhkan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, forum partisipasi publik ini berfungsi sebagai platform penting bagi para pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang untuk berkumpul dan mengatasi isu-isu terkait kesejahteraan perempuan di kota tersebut. Terdiri dari perwakilan lembaga pemerintah, LSM, komunitas akademis, lembaga swasta dan masyarakat, Forum Puspa memfasilitasi upaya kolaboratif untuk mengidentifikasi tantangan, mengembangkan solusi, dan melaksanakan inisiatif yang bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender, melindungi hak-hak perempuan, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup perempuan secara keseluruhan. Melalui dialog terbuka, gotong royong, dan tanggung jawab bersama, Forum Puspa mewujudkan komitmen Surabaya untuk mendorong tata kelola yang inklusif, kohesi sosial, dan pembangunan berkelanjutan yang tidak meninggalkan perempuan sebagai actor utama pembangunan.

Upaya Kolaboratif Organisasi Perempuan untuk Pembangunan Kota

Surabaya pun menjadi saksi gelombang kolaborasi yang kuat di antara organisasi perempuan yang berdedikasi terhadap pembangunan kota. Melalui upaya bersama dari organisasi perempuan seperti TP PKK, Gerakan Organisasi Wanita, Dharma Wanita dan Kelompok Kerja Bunda PAUD Surabaya, perempuan dari semua lapisan masyarakat bersatu untuk mendorong perubahan positif, mendorong pemberdayaan masyarakat, dan mempromosikan kebijakan responsif gender di Kota Surabaya. Bukti konkretnya, dipimpin oleh Ibu Rini Indriyandi Eri Cahyadi, TP PKK memainkan peran penting dalam mempelopori program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak-anak, meningkatkan kesehatan dan gizi serta mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

Peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dari Tahun ke Tahun

Surabaya menunjukkan kemajuan yang berkelanjutan dalam pencapaian indeks pembangunan gender (IPG), dengan peningkatan yang stabil selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, kota ini mencatat indeks pembangunan gender sebesar 93,90, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. IPG Kota Surabaya pun menunjukkan peningkatan menjadi 94,21 pada tahun 2022, yang menandakan komitmen berkelanjutan untuk memajukan inklusivitas gender dan mendorong peluang bagi semua warga. Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun berikutnya, dengan indeks pembangunan gender yang semakin meningkat menjadi 94,36 pada tahun 2023. Peningkatan IPG dari tahun ke tahun ini merefleksikan dedikasi Kota Surabaya untuk menciptakan kondisi kota di mana perempuan dapat memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat, dan berpartisipasi penuh dalam sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Indeks Pembangunan Gender Kota Surabaya Tahun 2021-2023 Sumber Data: BPS Surabaya, 2024 Menetapkan Standar untuk Indonesia Berbagai kebijakan tersebut memberikan contoh yang baik bagi kota dan komunitas di seluruh Indonesia dan sekitarnya terkait upaya pememberdayaan dan perlindungan perempuan. Dengan mengutamakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Surabaya menegaskan kembali komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi semua. Ketika kota ini terus memimpin dengan memberi contoh, hal ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah di mana setiap perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan komunitas, kota dan negaranya.

Indeks Pembangunan Gender Kota Surabaya Tahun 2021-2023
Sumber Data: BPS Surabaya, 2024

Menetapkan Standar untuk Indonesia


Berbagai kebijakan tersebut memberikan contoh yang baik bagi kota dan komunitas di seluruh Indonesia dan sekitarnya terkait upaya pememberdayaan dan perlindungan perempuan. Dengan mengutamakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Surabaya menegaskan kembali komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi semua. Ketika kota ini terus memimpin dengan memberi contoh, hal ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah di mana setiap perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan komunitas, kota dan negaranya.