Dokumen

Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya

Admin

Admin

LAPORAN HASIL EVALUASI RKPD TAHUN 2024 TRIWULAN I

Rencana terbit : 10 April 2024
Tanggal terbit : 10 April 2024

Download File
LAPORAN HASIL EVALUASI RKPD TAHUN 2023 TRIWULAN IV

Rencana terbit : 14 Januari 2024
Tanggal terbit : 14 Januari 2024

Download File
LAPORAN HASIL EVALUASI RKPD TAHUN 2023 TRIWULAN III

Rencana terbit : 19 Oktober 2023
Tanggal terbit : 19 Oktober 2023

Download File
LAPORAN HASIL EVALUASI RKPD TAHUN 2023 TRIWULAN II

Rencana terbit : 10 Juli 2023
Tanggal terbit : 10 Juli 2023

Download File
LAPORAN HASIL EVALUASI RKPD TAHUN 2023 TRIWULAN I

Rencana terbit : 16 April 2023
Tanggal terbit : 16 April 2023

Download File
Wednesday, 12 June 2024 16:14

Capaian SKM Bulan Mei 2024

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik se-Indonesia dari Joko Widodo Presiden RI pada Senin (27/5/2024).

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, penghargaan itu dalam rangkaian peluncuran GovTech Indonesia dan SPBE Summit 2024. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan inisiatif penting yang diambil oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pada tahun 2024, Kota Surabaya berhasil meraih indeks SPBE tertinggi se-Indonesia dengan nilai 4,49 yang diberikan predikat "Memuaskan" oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Capaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi dan upaya yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam mengimplementasikan SPBE secara efektif dan efisien. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya memiliki peran penting dalam perencanaan, pengembangan, dan evaluasi kebijakan serta program yang mendukung pelaksanaan SPBE di Kota Surabaya.


Capaian Indeks SPBE Surabaya

Pemkot Surabaya berhasil meraih indeks SPBE tertinggi se-Indonesia dengan nilai 4,49 dan predikat "Memuaskan" dari Kemenpan RB pada tahun 2024. Prestasi ini diraih melalui berbagai strategi, antara lain:

  • Digitalisasi layanan publik di segala lini untuk mempercepat dan mempresisikan pelayanan tanpa diskriminasi, serta mengintegrasikan layanan dengan Pengadilan Negeri dan Agama.
  • Implementasi tanda tangan elektronik di semua Perangkat Daerah sejak Januari 2023 untuk memaksimalkan kerja organisasi.
  • Fokus pada peningkatan nilai indikator SPBE yang menjadi prioritas Diskominfo Surabaya.
  • Pemkot Surabaya meraih penghargaan SPBE terbaik se-Indonesia dari Presiden Jokowi pada peluncuran GovTech Indonesia dan SPBE Summit 2024 atas keberhasilannya membangun ekosistem digital.
Capaian ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam menerapkan pemerintahan digital yang terintegrasi dan maju sesuai ekspektasi masyarakat.

Penerapan SPBE di Surabaya


Implementasi SPBE di Kota Surabaya didukung dengan kebijakan yang kuat, seperti adanya Arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE sebagai panduan. Terdapat Tim Koordinasi SPBE yang bertugas mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan SPBE secara terpadu. Semua layanan administrasi pemerintahan dan publik sudah berbasis elektronik, dengan masyarakat diajak untuk melek IT melalui program pembelajaran TIK gratis di BLC.

Peningkatan Kualitas SPBE 2024


Pemkot Surabaya berencana melakukan penyederhanaan aplikasi SPBE dengan menyederhanakan 322 aplikasi yang digunakan OPD menjadi dua platform, yaitu Wargaku untuk layanan publik dan Kantorku untuk layanan administrasi pemerintahan. Tujuannya untuk membuat pelayanan lebih efektif dan memudahkan masyarakat. Pemkot juga menargetkan peningkatan kualitas proses SPBE hingga mencapai level optimum, di mana tata kelola dilaksanakan dengan peningkatan kualitas berkelanjutan dan kebijakan internal mengatur mekanisme evaluasi serta manajemen.

Implementasi e-government akan menekan praktik fraud birokrasi, menciptakan relasi lebih baik antara aparatur-masyarakat, serta mereformasi birokrasi dengan menyederhanakan proses yang tidak efisien. SPBE juga berperan meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik dengan mengurangi hambatan fisik dan meningkatkan efisiensi layanan.

Peran Bappedalitbang dalam SPBE



Dasar Hukum SPBE
  • Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 95 Tahun 2018. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
  • Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2022
  • Keputusan Walikota Surabaya Nomor : 100.3.3.3/191/436.1.2/2023

Bappedalitbang berperan dalam :
  • Menyusun rencana strategis dan peta rencana SPBE sebagai panduan bagi perangkat daerah dalam melaksanakan SPBE, dengan mengacu pada Peta Rencana SPBE Nasional, Arsitektur SPBE Pemerintah Daerah, RPJMD, dan Rencana Strategis Pemkot.
  • Melakukan koordinasi dan sinkronisasi antara perangkat daerah terkait pelaksanaan SPBE, serta penyelarasan dokumen pendukung seperti RPJMD, Arsitektur SPBE terkait data dan informasi, Peta Rencana SPBE, Renstra, dan Renja.
  • Mengevaluasi dan memonitor pelaksanaan SPBE untuk menilai kemajuan, efektivitas, serta memberikan rekomendasi perbaikan.
  • Menyediakan Layanan Elektronik Perencanaan bernama ePlanning seperti eMusrenbang, Devplan, eRenja, eDeployment, eMonev, SIGIS dll
  • Bersama dengan PD Lainnya berproses menyederhanakan 322 aplikasi SPBE yang digunakan OPD menjadi dua (2) platform, “Wargaku” dan “Kantorku”, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan.

Under the visionary leadership of Mayor Eri Cahyadi, Surabaya has undergone a remarkable enhancement in its infrastructure landscape, marked by unprecedented growth and development. With a relentless commitment to improve the city's livability and connectivity, Cak Eri, as he is referred by Surabaya residents, has initiatives to enhance roads, channels, housing, public lighting, and paving construction, paving the way for a more advanced, humanistic and sustainable city for its citizens.

Road Development

The length of roads built in Surabaya has seen a significant increase year by year under Cak Eri's tenure. In 2021, a total of 32,623.35 meters of roads were constructed across 446 locations. This number soared to 37,803.48 meters in 2022, covering 269 locations, and further surged to 44,774.71 meters in 2023, spanning 242 locations. Looking ahead, plans are underway to construct roads in 178 locations by 2024, highlighting the city's commitment to enhancing connectivity and accessibility for its residents.

Channel Development

Similarly, channel development has been a key focus area for Surabaya's infrastructure revitalization efforts. In 2021, a total of 50,789.53 meters of channels were developed in 672 locations, followed by 26,598.50 meters in 360 locations in 2022. This momentum continued into 2023, with 39,752.76 meters of channels developed across 435 locations. These initiatives not only mitigate flood risks but also contribute to improving drainage systems and environmental sustainability in the city.

Dandan Omah Program

Mayor Eri's administration has also prioritized housing repairs to address uninhabitable conditions and improve the quality of life for residents through dandan omah innovation. In 2021, 623 units were repaired using regional income and expenditure budget allocations. This number more than doubled in 2022, with 1,444 units repaired through a combination of regional government funds and corporate social responsibility. By 2023, a total of 3,909 units underwent renovations, reflecting the city's commitment to provide safe and habitable housing for its residents.

Public Street Lighting

Ensuring public safety and enhancing urban aesthetics, Surabaya has made significant investments in public street lighting. In 2021, a total of 93,252 lighting points were installed across 7,148 locations, with further expansions in subsequent year with a total of 96.252 public street lighting points in 7,270 locations. By 2023, the city boasted a total of 105,846 lighting points in 7,960 locations, with plans to add 10,936 points by 2024, illuminating Surabaya's streets and pathways for residents and visitors alike.

Paving Construction

Furthermore, paving construction has seen substantial progress under Mayor Eri's leadership, with a focus on utilizing sub-district funds to enhance local infrastructure. In 2022, 22,178.95 meters of paving were constructed in 227 locations, followed by 53,472.55 meters in 511 locations in 2023. As of May 10, 2024, a total of 107,692.07 meters of paving had been realized, reflecting the city's commitment to improve accessibility and enhance the urban environment.

Public Transportation

Public transportation development in Surabaya has been a key focus of the City Government, aiming to provide affordable, safe, and convenient public transportation options for its residents. One of the notable initiatives is the provision of new public transportation modes that cater to the needs of the city's population. Surabaya offers a highly accessible and affordable public transportation system, with a fare of only 5 thousand rupiahs and free rides for the elderly. In 2022, Cak Eri made significant strides in expanding its transportation network with the addition of 10 new Suroboyo Buses, increasing the total fleet to 28 units. Additionally, 31 new units of Trans Semanggi buses and 52 units of Wira-Wiri feeders were introduced, further enhancing the city's public transit infrastructure and improving connectivity for commuters across Surabaya. These developments underscore the mayor’s commitment to provide efficient and sustainable transportation solutions that meet the evolving needs of its residents while reducing congestion and promoting environmental sustainability.

Inundation Area Decrease

Cak Eri, further dedicates his governance to reduce inundation and enhancing inundation resilience throughout the city. Under his leadership, Surabaya has embarked on comprehensive infrastructure development initiatives, focusing on improving drainage systems and pumping houses facilities. To address inundation challenges, the city has developed 25 new drainage systems, complemented by the provision of 75 new pumping houses equipped with 315 pumps. Additionally, Surabaya has undertaken significant efforts to construct and renovate 555 channels, further bolstering its inundation management capabilities. As a result of these concerted efforts, the area of inundation in Surabaya has seen a notable decrease, totaling 31,356 hectares. Mayor Eri's proactive approach to inundation mitigation underscores the city's commitment to enhance the quality of life for its residents and ensure the long-term sustainability of Surabaya's urban infrastructure.

In conclusion, Surabaya's infrastructure renaissance under Mayor Eri Cahyadi's leadership stands as a testament to his visionary approach to urban development. Through strategic investments and bold initiatives, Surabaya is paving the way for a more resilient, sustainable, and inclusive future, positioning itself as a model city for infrastructure excellence in Indonesia and beyond.

Di bawah kepemimpinan visioner Walikota Eri Cahyadi, Surabaya telah mengalami kemajuan dalam bidang infrastruktur, yang ditandai dengan pertumbuhan dan pembangunan sarana prasarana perkotaan. Dengan komitmen tiada henti untuk meningkatkan kelayakan huni dan konektivitas kota, Cak Eri, begitu beliau disapa warga Surabaya, berinisiatif untuk meningkatkan akses jalan, saluran, perumahan, penerangan jalan umum serta jalan paving, dalam rangka mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan bagi warga Surabaya.

Pembangunan Jalan

Panjang jalan yang dibangun di Surabaya mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun di bawah kepemimpinan Cak Eri. Pada tahun 2021, total pembangunan jalan sepanjang 32.623,35 meter tersebar di 446 lokasi. Jumlah ini meningkat menjadi 37.803,48 meter pada tahun 2022 yang mencakup 269 lokasi, dan mengalami perlonjakan menjadi 44.774,71 meter pada tahun 2023 yang mencakup 242 lokasi. Pada tahun 2024, akan dilaksanakan pembangunan jalan di 178 lokasi, menunjukkan komitmen Kota Surabaya dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas bagi penduduknya.

Pembangunan Saluran

Demikian pula, pembangunan saluran juga menjadi fokus utama upaya revitalisasi infrastruktur di Surabaya. Pada tahun 2021, sebanyak 50.789,53 meter saluran dibangun di 672 lokasi, disusul 26.598,50 meter di 360 lokasi pada tahun 2022. Momentum ini berlanjut hingga tahun 2023 dengan dibangunnya saluran sebanyak 39.752,76 meter di 435 lokasi. Inisiatif pembangunan ini tidak hanya memitigasi risiko banjir namun juga berkontribusi pada perbaikan sistem drainase dan kelestarian lingkungan di Surabaya.

Program Dandan Omah

Pemerintahan Walikota Eri juga memprioritaskan perbaikan perumahan untuk mengatasi kondisi tidak layak huni dan meningkatkan kualitas hidup warga melalui inovasi dandan omah. Pada tahun 2021, sebanyak 623 unit diperbaiki menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2022, dengan 1.444 unit rumah diperbaiki melalui kombinasi anggaran pemerintah daerah dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pada tahun 2023, total 3.909 unit rumah mengalami renovasi, mencerminkan komitmen kota untuk menyediakan perumahan yang aman dan layak huni bagi penduduknya.

Penerangan Jalan Umum

Untuk menjamin keselamatan publik dan meningkatkan estetika perkotaan, Surabaya telah melakukan investasi besar pada penerangan jalan umum. Pada tahun 2021, total 93.252 titik penerangan dipasang di 7.148 lokasi, dan ditambahkan lagi sebanyak 96.252 titik pada 7.270 lokasi di tahun 2022. Pada tahun 2023, Kota Surabaya memiliki total 105.846 titik penerangan di 7.960 lokasi, dan berencana menambah 10.936 titik pada tahun 2024, merefleksikan upaya untuk menerangi jalan-jalan dan jalur-jalur perkotaan di Surabaya bagi warga dan pengunjung.

Pavingisasi

Selanjutnya, pembangunan paving telah mengalami kemajuan yang signifikan di bawah kepemimpinan Walikota Eri, dengan fokus pada penggunaan dana kelurahan untuk meningkatkan infrastruktur perkotaan. Pada tahun 2022, telah dilaksanakan pavingisasi sebanyak 22.178,95 meter di 227 lokasi, disusul 53.472,55 meter di 511 lokasi pada tahun 2023. Hingga 10 Mei 2024, total pavingisasi telah terealisasi sepanjang 107.692,07 meter, yang mencerminkan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di kawasan perkotaan.

Pengembangan Transportasi Publik

Pengembangan transportasi publik di Surabaya telah menjadi fokus utama Pemerintah Kota Surabaya, yang bertujuan untuk menyediakan pilihan transportasi publik yang terjangkau, aman, dan nyaman bagi penduduknya. Salah satu inisiatif penting adalah penyediaan moda angkutan publik baru untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan layanan transportasi. Surabaya menawarkan moda transportasi publik yang mudah diakses dan terjangkau, dengan tarif hanya 5 ribu rupiah dan gratis untuk lansia. Pada tahun 2022, Cak Eri melakukan langkah signifikan dalam memperluas jaringan transportasinya dengan menambah 10 Bus Suroboyo baru sehingga total armada menjadi 28 unit. Selain itu, terdapat penambahan 31 unit bus Trans Semanggi dan 52 unit feeder Wira-Wiri, sehingga semakin meningkatkan infrastruktur angkutan umum dan meningkatkan konektivitas bagi para komuter di seluruh Surabaya. Pengembangan transportasi publik ini menggarisbawahi komitmen Bapak Walikota untuk menyediakan solusi transportasi yang efisien dan berkelanjutan dalam rangka memenuhi kebutuhan penduduk yang terus berkembang, mengurangi kemacetan serta mendorong kelestarian lingkungan.

Penurunan Luas Genangan

Cak Eri, lebih lanjut mendedikasikan pemerintahannya untuk mengurangi genangan dan meningkatkan ketahanan genangan di seluruh kota. Di bawah kepemimpinannya, Surabaya telah memulai inisiatif pembangunan infrastruktur yang komprehensif, dengan fokus pada peningkatan sistem drainase dan penambahan fasilitas rumah pompa. Untuk mengatasi tantangan meluasnya genangan di tengah musim penghujan, kota ini telah mengembangkan 25 sistem drainase, dilengkapi dengan penyediaan 75 rumah pompa baru serta 315 pompa. Selain itu, Surabaya telah melakukan upaya signifikan untuk membangun dan merenovasi 555 saluran, yang semakin memperkuat manajemen penanganan genangan dalam menghadapi derasnya curah hujan. Berkat upaya terpadu ini, luas genangan di Surabaya mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni mencapai 31.356 hektar. Pendekatan proaktif Walikota Eri Cahyadi terhadap mitigasi genangan merefleksikan komitmen Surabaya untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya dan memastikan keberlanjutan infrastruktur perkotaan dalam jangka panjang.

Dari berbagai inisiatif diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, kebangkitan infrastruktur Surabaya di bawah kepemimpinan Walikota Eri Cahyadi merupakan bukti pendekatan visionernya terhadap pembangunan fisik perkotaan. Melalui investasi strategis dan ketokohannya dalam menggandeng semua pemangku kepentingan, Surabaya membuka jalan menuju masa depan kota yang lebih berketahanan, berkelanjutan, dan inklusif, serta memposisikan dirinya sebagai kota percontohan dalam keunggulan infrastruktur di Indonesia dan sekitarnya.

Page 1 of 12