Dokumen

Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya

Admin

Admin

Surabaya, the bustling port city of Indonesia, is not only a beacon of economic growth and development but also a shining example of commitment to the well-being and rights of children. With a steadfast dedication to create a nurturing and supportive environment for its youngest residents, Surabaya has earned recognition as a leading child-friendly city in Indonesia. Year after year, the city has demonstrated its unwavering commitment to children's rights, earning the prestigious "Utama" child-friendly city award for 6 (six) consecutive years and becoming the first city in Indonesia to join the Child Friendly Cities Initiative (CFCI) global network by UNICEF. Surabaya's journey towards child-friendliness is marked by a plethora of initiatives aimed at ensuring children are safe, protected, and active participants in the city's development.

At the heart of Surabaya's child-friendly initiatives is the establishment of Surabaya Children Forum in all 31 sub-districts and 153 hamlets across the city. These forums provide a platform for children to voice their opinions, express their concerns, and actively participate in decision-making processes that affect their lives. Furthermore, Surabaya has achieved an impressive birth certificate coverage rate of 99.93%, ensuring that every child in the city has access to essential documentation from birth, enabling them to access their rights and entitlements.

Surabaya has also pioneered innovative partnerships with the private sector through initiatives such as the Child-Friendly Companies Association, which encourages businesses to prioritize children's rights and well-being in their corporate practices. Similarly, the city has engaged journalists to become advocates for child rights through the Child-Friendly Journalists program, raising awareness and fostering public dialogue on issues affecting children.

To ensure that children have access to reliable information and support services, Surabaya has established Child-Friendly Information Centers. In addition, Surabaya has created an information system for monitoring the implementation of Surabaya Child Friendly City called “Si Talas”. Through this platform, children can access information on child-friendly policies, programs and activities. Furthermore, they can track the progress of their aspirations for the city's development.

Surabaya's commitment to education is evident in its investment in reading corners, scholarships, and talent development programs for children. With 1,495 reading corners established across the city, Surabaya promotes a culture of literacy and lifelong learning from an early age. Additionally, scholarships are provided to 5,360 middle school and 21,000 high school students, ensuring that education remains accessible to all. Furthermore, initiatives such as artistic talent shows for preschool students and the redemption of school certificates for disadvantaged students highlight Surabaya's efforts to nurture the talents and potential of every child.

In recognition of the diverse needs of families, Surabaya offers free day care services, providing working parents with peace of mind and ensuring that children receive quality care and early childhood education. These initiatives collectively demonstrate Surabaya's unwavering commitment to creating a child-friendly city where every child can thrive, dream, and achieve their dreams and aspirations. As Surabaya continues to lead by example, Surabaya is eager to sharing best practices with other cities in Indonesia to realize Indonesia as a child-friendly nation. With collaborative endeavors, Surabaya and other cities in Indonesia, create transformative policies for the investment in children and always fight for the fulfillment of children's rights and enhance children's participation in the city’s development.

Surabaya, kota dengan keanekaragaman suku dan budaya, tidak hanya merupakan mercusuar pertumbuhan dan pembangunan ekonomi namun juga merupakan contoh nyata komitmen terhadap kesejahteraan dan perlindungan hak anak. Dengan dedikasi untuk menciptakan lingkungan yang mengasuh dan mendukung bagi warga termudanya, Surabaya telah mendapatkan pengakuan sebagai kota ramah anak di Indonesia. Tahun demi tahun, kota ini telah menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan hak-hak anak, dengan meraih penghargaan bergengsi kota layak anak “Utama” selama 6 (enam) tahun berturut-turut dan menjadi kota pertama di Indonesia yang bergabung dalam Inisiatif Kota Ramah Anak Dunia oleh UNICEF. Perjalanan Surabaya menuju kota ramah anak ditandai dengan sejumlah inisiatif yang bertujuan untuk memastikan anak-anak aman, terlindungi, dan menjadi aktor utama dalam pembangunan kota.

Forum Anak Surabaya telah terbentuk di level kota, di keseluruhan 31 kecamatan serta 153 kelurahan. Forum Anak Surabaya menyediakan platform bagi anak-anak untuk menyuarakan pendapat mereka, mengungkapkan gagasan mereka, dan berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Selain itu, Surabaya telah mencapai tingkat cakupan akta kelahiran yang sangat tinggi yaitu sebesar 99,93%, sehingga memastikan bahwa setiap anak di kota ini memiliki akses terhadap dokumentasi kependudukan sejak lahir, sehingga memungkinkan mereka untuk mengakses hak-hak mereka.

Surabaya juga telah memelopori kemitraan inovatif dengan sektor swasta melalui inisiatif seperti Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak, yang mendorong dunia usaha untuk memprioritaskan hak dan kesejahteraan anak dalam proses bisnis perusahaan. Demikian pula, Surabaya melibatkan jurnalis untuk menjadi pembela hak-hak anak melalui program Jurnalis Sahabat Anak. Jurnalis Sahabat Anak mempunya program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pemberitaan ramah anak serta mendorong dialog publik mengenai isu yang mempengaruhi anak-anak.

Untuk memastikan anak-anak Kota Surabaya mempunyai akses terhadap informasi yang up-to-date serta ramah anak, Bapak Walikota Surabaya berinisiatif mendirikan Pusat Informasi Sahabat Anak. Selain itu, Surabaya telah membuat sistem informasi pemantauan pelaksanaan Kota Ramah Anak Surabaya yang diberi nama “Si Talas”. Melalui platform ini, anak-anak dapat mengakses informasi mengenai kebijakan, program, dan kegiatan ramah anak. Selain itu, mereka juga dapat menelusuri perkembangan aspirasi mereka terhadap pembangunan kota apakah sudah terealisasi ataukah belum.

Komitmen Kota Surabaya terhadap pendidikan terlihat dari investasinya untuk penyediaan taman bacaan Masyarakat (TBM), beasiswa pendidikan, dan program pengembangan bakat anak. Dengan 1.495 Taman Baca Masyarakat yang didirikan di seluruh penjuru kota, Surabaya mempromosikan budaya literasi dan pembelajaran sepanjang hayat sejak usia dini. Selain itu, beasiswa juga diberikan kepada 5,360 siswa sekolah menengah pertama dan 21,000 siswa sekolah menengah atas, untuk memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua orang. Selain itu, inisiatif seperti pertunjukan talenta seni untuk siswa prasekolah dan tebus ijasah untuk siswa kurang mampu menggambarkan upaya Surabaya untuk memupuk bakat dan potensi setiap anak tanpa terkecuali.

Menyadari beragamnya kebutuhan keluarga untuk pengasuhan anak, Surabaya menawarkan layanan penitipan anak gratis, sehingga orang tua yang bekerja tidak perlu khawatir karena dipastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan layanan penitipan anak dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Inisiatif Kota Layak Anak dilaksanakan secara kolaboratif dan kolektif yang menunjukkan komitmen Kota Surabaya untuk menciptakan kota ramah anak di mana setiap anak dapat berkembang, bermimpi, dan meraih mimpi dan aspirasinya. Ketika Surabaya terus memimpin dalam perwujudan Kota Ramah Anak dengan memberikan contoh nyata, kota ini selalu siap berbagi best practices dengan kota-kota lain di seluruh Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Negara Ramah Anak. Dengan kekuatan kolaboratif, Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia terus berupaya menciptakan kebijakan transformatif untuk pemenuhan hak anak dan peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan.

Surabaya, Indonesia's vibrant port city, is making remarkable strides in creating a welcoming and supportive environment for people with disabilities. With a range of initiatives and facilities dedicated to promoting inclusivity and accessibility, Surabaya is emerging as a paradise for individuals of all abilities. From inclusive education to infrastructure development, Surabaya City Government is committed to ensure that every resident, regardless of their physical or cognitive abilities, can participate fully in society and lead fulfilling lives.

In 2023, Surabaya was home to 6,144 individuals living with various disabilities, encompassing a range of physical, mental, and sensory impairments. Among these disabilities, mental disability was the most prevalent, affecting 69.38 percent of residents with disabilities. Following closely behind was hearing/speech disability, accounting for 10.29 percent of the population with disabilities, while physical disability ranked third at 7.91 percent. Additionally, vision disabilities constituted 4.30 percent of the disabled population, while those with physical and mental disabilities comprised 2.38 percent. Other disabilities accounted for 5.75 percent of the total disabled population. These statistics highlight the diverse needs and challenges faced by individuals with disabilities in Surabaya, underscoring the importance of inclusive policies and support services to ensure their full participation to realize an inclusive city


Disabled population in Surabaya in 2023
Data source: Department of Population and Civil Registration, 2024

An inclusive city for disabilities is one that ensures equal opportunities, access, and participation for individuals with disabilities in all aspects of urban life. In such a city, people with disabilities have access to accessible infrastructure, transportation, public spaces, and services, allowing them to navigate their surroundings independently and comfortably. Surabaya has been making significant strides towards creating such an inclusive environment for individuals with disabilities. The city has implemented various measures, including the development of accessible infrastructure, such as ramps, tactile paving, and accessible public transportation, to improve mobility and accessibility. Additionally, Surabaya promotes inclusive education through the establishment of inclusive schools and support programs, ensuring that children with disabilities have access to quality education and learning opportunities. Furthermore, the city actively engages with disability communities, consulting them in the decision-making process and providing support services tailored to their needs. Development planning dialogues (Musrenbang) in Surabaya always invite disabled groups and give opportunities for them to voice their aspirations for the city’s development. Through these efforts, Surabaya is working towards becoming an inclusive city where individuals with disabilities can live, work, and thrive with dignity and independence.

One of Surabaya's most noteworthy achievements to realize an inclusive city is its extensive network of inclusive schools, which cater to students with diverse needs and abilities. With 55 inclusive elementary schools, 37 inclusive junior high schools, and 2 inclusive kindergartens, Surabaya is paving the way for equal access to education for all children. These schools provide tailored support and accommodations to ensure that students with disabilities receive a quality education and have the opportunity to reach their full potential.

In addition to inclusive education, Surabaya has established five disability service centers dedicated to providing support services for students with disabilities. These centers offer a range of services, including academic assistance and counseling, aimed at minimizing the academic gap between disabled and non-disabled students. By addressing the unique needs of students with disabilities, these centers play a crucial role in fostering inclusive learning environments and promoting educational equity.

Furthermore, Surabaya City Mayor, Eri Cahyadi has introduced Rumah Anak Prestasi to provide holistic and integrated development opportunities for special children. Equipped with various facilities to enhance knowledge, health, and creativity, these houses offer a nurturing environment where children with disabilities can thrive and develop their skills to the fullest. With 3 (three) Rumah Anak Prestasi already established, precisely Rumah Anak Prestasi Sonokwijenan, Rumah Anak Prestasi Nginden Semolo and Rumah Anak Prestasi Kedung Cowek as well as two more slated to open in 2024, Surabaya is expanding its support network for individuals with disabilities and their families.

Recognizing the importance of access to disability equipment, Surabaya City Mayor, Cak Eri Cahyadi and The Lead of TP PKK Surabaya provides specialized aids and devices for special people and children. From mobility aids to hearing assistive aids, these aids empower people with disabilities to participate actively in daily activities and pursue their goals with confidence.

Moreover, Surabaya City Government is committed to improve accessibility across the city by developing and providing inclusive infrastructure. This includes parks, pedestrian pathways, public transportation, government buildings, and public facilities designed to accommodate the needs of people with disabilities. By removing physical barriers and ensuring universal access, Surabaya is fostering a more inclusive and equitable society where everyone can fully participate and contribute.

In addition to these initiatives, Surabaya City Government actively engages with schools and families to assist with administrative processes such as obtaining birth certificates for children with disabilities. This hands-on approach reflects the city's commitment to supporting individuals with disabilities at every stage of life and ensuring their rights are upheld.

Overall, Surabaya's efforts to create a paradise for people with disabilities serve as a shining example of inclusive governance and social innovation. By prioritizing inclusivity, accessibility, and support services, Surabaya is building a city where everyone, regardless of their abilities, can thrive, belong, and succeed. As Surabaya continues on its path toward greater inclusivity, it sets a powerful example for cities around the world, demonstrating the transformative impact of compassion, collaboration, and collective action.

Surabaya, salah satu kota perdagangan dan jasa yang paling dinamis di Indonesia, terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi penyandang disabilitas. Dengan serangkaian inisiatif dan fasilitas yang didedikasikan untuk mendorong inklusivitas dan aksesibilitas, Surabaya kini menjadi surga bagi individu dengan segala keistimewaan. Mulai dari pendidikan inklusif hingga pembangunan infrastruktur inklusif, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap penduduk, terlepas dari kemampuan fisik atau kognitifnya, dapat berpartisipasi penuh dalam masyarakat dan menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Pada tahun 2023, Surabaya merupakan rumah bagi 6.144 penyandang disabilitas, yang mencakup berbagai gangguan fisik, mental, dan sensorik. Di antara para penyandang disabilitas tersebut, disabilitas mental merupakan disabilitas yang paling banyak diderita, yakni mencapai 69,38 persen. Di urutan berikutnya adalah disabilitas pendengaran/bicara, yang mencakup 10,29 persen dari populasi penyandang disabilitas, sedangkan disabilitas fisik berada di peringkat ketiga dengan jumlah 7,91 persen. Selain itu, penyandang disabilitas penglihatan mencakup 4,30 persen dari populasi penyandang disabilitas, sedangkan penyandang disabilitas fisik dan mental berjumlah 2,38 persen. Disabilitas lainnya menyumbang 5,75 persen dari total populasi penyandang disabilitas. Statistik ini menggambarkan beragam kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas di Surabaya, dan menggarisbawahi pentingnya kebijakan dan dukungan layanan disabilitas untuk memastikan mereka dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan serta mewujudkan kota yang inklusif.


Jumlah penyandang disabilitas di Surabaya tahun 2023
Sumber Data: Disdukcapil Surabaya, 2024

Kota inklusif bagi penyandang disabilitas adalah kota yang menjamin kesetaraan peluang, akses, dan partisipasi bagi individu penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan perkotaan. Pada kota inklusif, penyandang disabilitas memiliki akses terhadap infrastruktur, transportasi, ruang publik, dan layanan yang dapat diakses, sehingga mereka dapat menavigasi lingkungan sekitar secara mandiri dan nyaman. Surabaya telah membuat kemajuan signifikan dalam menciptakan lingkungan inklusif bagi penyandang disabilitas. Kota ini telah menerapkan berbagai langkah, termasuk pembangunan infrastruktur yang mudah diakses, seperti jalur landai, pedestrian, dan transportasi umum yang memfasilitasi penyandang disabilitas, untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas. Selain itu, Surabaya melaksanakan pendidikan inklusif melalui pendirian sekolah inklusif, memastikan bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki akses terhadap pendidikan dan kesempatan belajar yang berkualitas. Selain itu, kota ini secara aktif terlibat dengan komunitas disabilitas, berkonsultasi dengan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan memberikan dukungan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Surabaya selalu mengundang kelompok penyandang disabilitas dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyuarakan aspirasinya terhadap pembangunan kota. Melalui upaya ini, Surabaya berupaya menjadi kota inklusif di mana penyandang disabilitas dapat hidup, bekerja, dan berkembang secara bermartabat dan mandiri.

Salah satu pencapaian paling penting di Surabaya dalam perwujudan kota inklusif adalah terbentuknya jaringan sekolah inklusif yang luas, yang melayani siswa dengan beragam kebutuhan dan kemampuan. Dengan 2 TK inklusif, 55 SD inklusif dan 37 SMP inklusif, Surabaya membuka jalan bagi pemerataan akses pendidikan bagi semua anak. Sekolahsekolah ini memberikan dukungan dan fasilitas untuk memastikan bahwa siswa penyandang disabilitas menerima pendidikan berkualitas dan memiliki kesempatan untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Selain pendidikan inklusif, Surabaya telah mendirikan lima pusat layanan disabilitas (PLD) yang didedikasikan untuk memberikan layanan dukungan bagi siswa penyandang disabilitas. Pusat layanan disabilitas menawarkan berbagai layanan, termasuk bantuan akademik dan konseling, yang bertujuan untuk meminimalkan kesenjangan akademik antara siswa penyandang disabilitas dan non-disabilitas. Dengan memenuhi kebutuhan unik siswa penyandang disabilitas, pusat layanan disabilitas memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif dan mendorong kesetaraan pendidikan.

Lebih lanjut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memperkenalkan Rumah Anak Prestasi untuk memberikan peluang pengembangan yang holistik dan terintegrasi bagi anak berkebutuhan khusus. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk meningkatkan pengetahuan, kesehatan, dan kreativitas, Rumah Anak Prestasi menawarkan lingkungan pengasuhan di mana anak-anak penyandang disabilitas dapat berkembang dan mengembangkan keterampilan mereka secara maksimal. Dengan telah berdirinya 3 (tiga) Rumah Anak Prestasi, yaitu Rumah Anak Prestasi Nginden Semolo, Rumah Anak Prestasi Sonokwijenan dan Rumah Anak Prestasi Kedung Cowek serta 2 (dua) lagi dijadwalkan dibuka pada tahun 2024, Surabaya memperluas jaringan dukungannya bagi individu penyandang disabilitas beserta keluarganya.

Menyadari pentingnya akses terhadap alat disabilitas, Pemerintah Kota Surabaya menyediakan bantuan perangkat khusus untuk mereka yang teristimewa, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mulai dari kursi roda hingga alat bantu dengar, alat bantu ini disediakan oleh Bapak Walikota Surabaya, Cak Eri Cahyadi serta Ibu Ketua TP PKK, Ning Rini Indriyani, untuk memberdayakan penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas sehari-hari dan mencapai tujuan mereka dengan percaya diri.

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas di seluruh kota dengan mengembangkan dan menyediakan infrastruktur inklusif. Infrastruktur inklusif tersebut mencakup taman, jalur pejalan kaki, angkutan umum, gedung pemerintahan, dan fasilitas umum yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas. Dengan menghilangkan hambatan fisik dan memastikan akses universal, Surabaya mengembangkan kondisi masyarakat yang lebih inklusif dan adil di mana setiap warga istimewa dapat berpartisipasi dan berkontribusi penuh dalam pembangunan.

Selain inisiatif-inisiatif tersebut, Pemerintah Kota Surabaya secara aktif terlibat dengan sekolah dan keluarga untuk membantu proses administrasi kependudukan seperti pengurusan akta kelahiran bagi anak-anak penyandang disabilitas. Pendekatan jemput bola ini mencerminkan komitmen Kota Surabaya untuk mendukung individu penyandang disabilitas di setiap tahap kehidupan dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi tanpa terkecuali.

Secara keseluruhan, upaya Kota Surabaya untuk menciptakan surga bagi penyandang disabilitas merupakan contoh cemerlang dari tata kelola kota dan inovasi sosial yang inklusif. Dengan mengedepankan inklusivitas, aksesibilitas, dan dukungan layanan, Pemerintah Kota Surabaya membangun sebuah kota di mana setiap orang, disabilitas ataupun non-disabilitas, dapat berkembang, menjadi bagian dari pembangunan dan mencapai keberhasilan pribadi dan sosial. Seiring dengan upaya Kota Surabaya menuju inklusivitas yang lebih luas, kota ini pun menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lain di seluruh Indonesia dan dunia, dimana kota ini menunjukkan transformasi nyata yang bersumber dari kepemimpinan inovatif, kolaborasi, dan tindakan kolektif.

Surabaya, Indonesia's dynamic metropolis, is setting a gold standard for elderly-friendly cities, prioritizing the health, welfare, and happiness of its senior citizens. With a range of innovative initiatives tailored to the needs of older adults, Surabaya is fostering a supportive and inclusive environment where elderly residents can age gracefully and enjoy a high quality of life. From financial assistance to healthcare services, Surabaya City Government is committed to ensure that seniors are valued, respected, and empowered to lead fulfilling lives in their golden years.

Surabaya, like many cities globally, has to prepare an increase in its aging population. An aging population refers to a demographic trend characterized by a growing proportion of older adults within a population. Even though the elderly population in Surabaya shows small percentage, precisely 7.77%, it is expected that in the future the proportion of the senior population will increase gradually. Factors contributing to this demographic shift include advances in healthcare and improvements in life expectancy. As the population ages, Surabaya faces challenges related to healthcare, social support, and economic sustainability, prompting the need for targeted policies and programs to address the needs of its elderly residents. Additionally, understanding the demographic characteristics of Surabaya's aging population is essential for informed decision-making and resource allocation to ensure the well-being and quality of life of older adults in the city.

In response to the aging population trend, Surabaya City Government has implemented a range of initiatives aimed at promoting the health, well-being, and social inclusion of its elderly residents. At the forefront of Surabaya's elderly-friendly initiatives is a comprehensive support system aimed at alleviating financial burdens and promoting economic security among older adults. Senior citizens in Surabaya benefit from exemption from water and electricity rates, as well as the waiver of land and building taxes. These measures not only help seniors maintain their independence but also contribute to their overall well-being and peace of mind.

Furthermore, Surabaya provides essential care and support services for elderly residents through the provision of nursing homes and social rehabilitation facilities. With two existing nursing homes offering comprehensive services such as food, clothing, health services, and exercise programs, Surabaya ensures that seniors receive the care and attention they deserve. Looking ahead, the city is set to expand its support network with the addition of another nursing home in 2024, further enhancing access to long-term care for elderly residents.

In addition to physical health, Surabaya prioritizes the mental well-being of its senior citizens through general health and mental health screenings. These screenings help identify and address health concerns early on, ensuring that seniors receive timely medical intervention and support. Moreover, Surabaya encourages active aging through exercise activities and the provision of additional food to promote nutrition and vitality among older adults.

Recognizing the importance of mobility and accessibility, Surabaya offers elderly-friendly transportation options and infrastructures designed to cater to the needs of seniors. From accessible public transportation to pedestrian-friendly walkways and age-friendly public spaces, Surabaya ensures that seniors can navigate the city safely and independently.

Furthermore, Surabaya facilitates house renovations to improve the living conditions of elderly residents, making homes more accessible and age-appropriate. Through direct cash assistance for disadvantaged senior citizens, the city provides financial support to those in need, ensuring that no elderly resident is left behind.

Surabaya has witnessed a notable increase in life expectancy over recent years, reflecting the city's commitment to improve healthcare services and promote a healthier lifestyle among its senior residents. In 2021, the average life expectancy in Surabaya stood at 75.43 years, marking the beginning of a positive trend. Building upon this foundation, Surabaya saw a gradual rise to 75.63 years in 2022, signaling ongoing improvements in healthcare access and quality for the elderlies. This upward trajectory continued into 2023, with the average life expectancy further increasing to 75.82 years. These successive increases highlight Surabaya's efforts to enhance public health initiatives, strengthen healthcare infrastructure, and empower senior citizens to make informed choices about their well-being. As life expectancy continues to rise, Surabaya is poised to enjoy the benefits of a healthier and more vibrant aging population, contributing to the city's overall prosperity and quality of life.


Surabaya’s life expectancy in 2021-2023
Data Source: Statistical Central Bureau, 2024


In conclusion, Surabaya's commitment to creating an elderly-friendly city reflects its values of compassion, respect, and social inclusion. By prioritizing the health, welfare, and happiness of its senior citizens, Surabaya is setting a positive example for cities around the world, demonstrating the transformative impact of age-friendly policies and community support systems. As Surabaya continues to evolve as an inclusive and supportive city, it remains dedicated to ensure that its senior residents can enjoy a happy, prosperous, and dignified life in their later years.

Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, terus berupaya bertransformasi sebagai kota ramah lansia, dengan memprioritaskan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan warga lanjut usia. Melalui serangkaian inisiatif dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia, Surabaya menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif sehingga warga lanjut usia dapat menua dengan bahagia serta menikmati kehidupan yang berkualitas. Mulai dari bantuan keuangan hingga layanan kesehatan, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa para lansia dihargai, dihormati, dan diberdayakan untuk menjalani kehidupan yang bermakna di tahun-tahun emas mereka.

Surabaya, seperti kota lain di dunia, harus mempersiapkan peningkatan populasi lansia. Populasi menua (aging population) mengacu pada tren demografi yang ditandai dengan meningkatnya proporsi orang lanjut usia dalam suatu populasi. Walaupun populasi lanjut usia di Kota Surabaya masih rendah yaitu 7.77%, namun di masa yang akan datang proporsi penduduk lansia akan merambat naik. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perubahan demografi ini mencakup kemajuan dalam layanan kesehatan dan peningkatan harapan hidup. Seiring bertambahnya usia penduduk, Surabaya menghadapi tantangan terkait peningkatan layanan kesehatan, dukungan sosial, dan keberlanjutan ekonomi, sehingga mendorong perlunya kebijakan dan program yang tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan warga lanjut usia. Selain itu, memahami karakteristik demografi penduduk lanjut usia di Surabaya sangat penting untuk pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya yang tepat guna menjamin kesejahteraan dan kualitas hidup lansia di Kota Surabaya.

Inisiatif ramah lansia di Surabaya dikembangkan oleh Bapak Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, melalui sistem dukungan komprehensif yang bertujuan untuk meringankan beban keuangan dan meningkatkan kondisi ekonomi di kalangan lansia. Warga lanjut usia tunggal di Surabaya mendapatkan pembebasan tarif air dan listrik, serta pembebasan pajak bumi dan bangunan. Langkah ini tidak hanya membantu para lansia untuk dapat mempertahankan kemandirian mereka tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kondisi psikologis mereka secara keseluruhan.

Selain itu, Surabaya menyediakan layanan perawatan bagi warga lanjut usia melalui penyediaan Griya Werdha dan fasilitas rehabilitasi sosial. Dengan 2 (dua) Griya Werdha yang menyediakan layanan komprehensif seperti makanan, pakaian, layanan kesehatan, dan kebugaran, Surabaya memastikan para lansia menerima perawatan dan perhatian yang layak mereka dapatkan. Ke depan, Surabaya akan memperluas jaringan dukungannya dengan penambahan daya tampung Griya Werdha, sehingga semakin meningkatkan akses terhadap perawatan jangka panjang bagi warga lanjut usia.

Selain kesehatan fisik, Surabaya memprioritaskan kesejahteraan mental para lansia melalui pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan mental. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan sejak dini, memastikan bahwa lansia menerima intervensi dan dukungan medis tepat waktu. Selain itu, Cak Eri Cahyadi memastikan para lansia menjalani fase penuaan yang berkualitas melalui aktivitas kebugaran serta menyediakan makanan tambahan untuk meningkatkan nutrisi dan vitalitas di kalangan lansia.

Menyadari pentingnya mobilitas dan aksesibilitas, Surabaya menawarkan pilihan transportasi ramah lansia dan infrastruktur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan lansia. Mulai dari transportasi umum yang mudah diakses hingga jalur pejalan kaki dan ruang publik yang ramah lansia, Surabaya memastikan bahwa para warga senior dapat menjelajahi kota dengan aman dan mandiri.

Selain itu, Surabaya melalui program dandan omah, memfasilitasi renovasi rumah untuk meningkatkan kondisi kehidupan warga lanjut usia. Melalui bantuan langsung tunai untuk warga lanjut usia dengan status miskin, Pemerintah Kota memberikan dukungan keuangan kepada mereka yang membutuhkan, memastikan tidak ada warga lanjut usia dengan status kurang sejahtera yang tidak mendapat intervensi.

Angka harapan hidup di Kota Surabaya terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan komitmen Surabaya untuk meningkatkan layanan kesehatan dan mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat di kalangan warga lanjut usia. Pada tahun 2021, angka harapan hidup di Surabaya berada pada angka 75,43 tahun. Kemudian, usia harapan hidup di kota pahlawan menunjukkan trend positif menjadi 75,63 pada tahun 2022, yang menandakan adanya perbaikan berkelanjutan dalam akses dan kualitas layanan kesehatan bagi lansia. Peningkatan ini berlanjut hingga tahun 2023, dengan angka harapan hidup naik menjadi 75,82 tahun. Trend peningkatan berkelanjutan dalam usia harapan hidup merefleksikan upaya Surabaya dalam meningkatkan upaya kesehatan masyarakat, memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, dan memberdayakan masyarakat lanjut usia. Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, Surabaya siap untuk mempersiapkan populasi lansia yang lebih sehat dan sejahtera, sehingga berkontribusi terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup kota secara keseluruhan.

AHH
Usia Harapan Hidup Kota Surabaya Tahun 2021-2023
Sumber Data: BPS Surabaya, 2024

Dapat ditarik kesimpulan bahwa komitmen Kota Surabaya untuk menciptakan kota ramah lansia mencerminkan nilai-nilai kasih sayang, rasa hormat, dan inklusi sosial untuk warga senior. Dengan memprioritaskan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan warga lanjut usia, Surabaya memberikan contoh positif bagi kota-kota di seluruh Indonesia untuk mewujudkan kebijakan ramah lansia melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Seiring dengan terus berkembangnya Surabaya menjadi kota yang inklusif dan suportif, Surabaya tetap berdedikasi untuk memastikan bahwa warga lanjut usia dapat menikmati kehidupan yang bahagia, sejahtera, dan bermartabat di usia lanjut.

Coinciding with the commemoration of regional autonomy day on April 15, 2024 in Balaikota Surabaya, Eri Cahyadi, the city's visionary mayor, was bestowed with the prestigious Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha by the President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo. This distinguished honor marks Eri as the first Surabaya City Mayor to receive such recognition, underscoring his remarkable leadership and the city's exceptional achievements under his stewardship.

Eri's journey to this momentous occasion is a testament to his unwavering dedication to the well-being and prosperity of Surabaya's residents. Through innovative policies, strategic planning, and tireless efforts, he has transformed Surabaya into a beacon of progress and excellence, earning accolades both nationally and internationally.

At the heart of Surabaya's success story lies a commitment to holistic development, addressing key challenges while leveraging opportunities for growth. One of Eri's proudest accomplishments is Surabaya's remarkable progress in combating stunting among children, a pervasive issue in many parts of Indonesia. Through targeted interventions and community engagement initiatives, Surabaya has achieved significant reductions in stunting prevalence to only 1,6%, that is the lowest stunting prevalence in Indonesia, the laying the foundation for a healthier and more resilient future generation.

Furthermore, under Eri's leadership, Surabaya has witnessed notable advancements in human development indices, reflecting improvements in education, healthcare, and overall quality of life. These achievements are a testament to the city's inclusive approach to development, prioritizing the well-being and empowerment of all residents, regardless of background or socioeconomic status through many initiatives, such as: Pemuda Tangguh scholarship, school certificate redemption, 100% Universal Health Coverage, and the empowerment of small medium enterprises via e-peken platform.

Eri's visionary leadership has also contributed to tangible economic gains, with Surabaya experiencing a decrease in unemployment rates and a significant alleviation of poverty. By his initiative, Surabaya has experienced a notable decrease in its open unemployment rate, largely attributed to the implementation of the Padat Karya (Labor Intensive) Program. In 2021, the open unemployment rate stood at 9.68%, reflecting prevailing economic challenges exacerbated by the global pandemic. However, strategic initiatives such as the Padat Karya Program, designed to absorb unemployed labor from underprivileged residents using unutilized assets of the city government, contributed to a significant improvement. By 2022, the open unemployment rate had decreased to 7.62%, showcasing the efficacy of targeted employment initiatives. This positive trend continued into 2023, with the rate further decreasing to 6.76%. Padat Karya Program not only provided much-needed employment opportunities but also revitalized underutilized assets, fostering economic growth and social development in Surabaya.

Moreover, Surabaya's commitment to environmental sustainability and public health has garnered praise and recognition on a national scale. The Mayor’s achievement to realize 100% open defecation free in Surabaya in only 2 (two) years reflects his proactive approach to sanitation and hygiene, ensuring a clean, healthy and comfortable environment for all.

As Eri Cahyadi receives the Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, he does so not only as a symbol of individual excellence but also as a testament to the collective efforts of Surabaya's residents, civil servants, and stakeholders. This prestigious honor serves as a reminder of the transformative power of visionary leadership, bold initiatives, and unwavering commitment to the common good.

Looking ahead, Eri remains steadfast in his dedication to Surabaya's continued progress and prosperity. With a vision for an advanced, humanistic and sustainable world city, he seeks to build upon past achievements, tackle emerging challenges, and chart a course towards an even brighter future for Surabaya and its people.

Bertepatan dengan puncak peringatan hari otonomi daerah pada tanggal 15 April 2024 di Gedung Balaikota Surabaya, Walikota visioner Surabaya, Eri Cahyadi dianugerahi Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Cak Eri, sapaan akrabnya, merupakan Walikota Surabaya pertama yang menerima penghargaan tersebut, dikarenakan kepemimpinannya yang penuh inisiatif dan inovasi serta keberhasilan Cak Eri mengantar Kota Surabaya sebagai Kota dengan kinerja terbaik di seluruh Indonesia.

Perjalanan Eri menuju momen penting ini merupakan bukti dedikasinya yang tak kenal lelah untuk kesejahteraan warga Surabaya. Melalui kebijakan inovatif, perencanaan strategis, dan upaya perbaikan berkelanjutan, beliau telah mengubah Surabaya menjadi mercusuar kemajuan dan keunggulan, serta mendapatkan penghargaan baik di level nasional maupun internasional.

Inti dari kisah kemajuan Kota Surabaya terletak pada komitmen terhadap pembangunan yang holistik, mengatasi tantangan-tantangan utama sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan. Salah satu pencapaian Eri yang paling membanggakan adalah kemajuan yang dicapai Surabaya dalam pengurangan kasus stunting pada bayi dan balita, yang masih menjadi masalah yang sulit terpecahkan di banyak wilayah di Indonesia. Melalui intervensi spesifik dan sensitif serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, Surabaya mencapai penurunan prevalensi stunting yang signifikan hanya menjadi 1,6%, yang merupakan prevalensi stunting terendah di Indonesia, sehingga meletakkan dasar bagi generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Eri, Surabaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam pembangunan manusia. Kemajuan yang tercermin dalam sektor pendidikan, layanan kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Pencapaian ini merupakan bukti pendekatan pembangunan kota yang inklusif, yang memprioritaskan kesejahteraan dan pemberdayaan seluruh penduduk, tanpa memandang latar belakang atau status sosial ekonomi melalui berbagai inisiatif, seperti: beasiswa Pemuda Tangguh, tebus ijazah, Cakupan Jaminan Kesehatan Semesta 100% serta pemberdayaan usaha kecil menengah melalui platform e-peken.

Kepemimpinan visioner Eri juga berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi yang nyata, dimana Surabaya mengalami penurunan tingkat pengangguran dan pengentasan kemiskinan secara signifikan, yang salah satunya dikarenakan keberhasilan penerapan Program Padat Karya. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran terbuka mencapai 9,68%, merefleksikan tantangan perekonomian akibat pandemi global. Inisiatif strategis seperti Program Padat Karya pun digeber Cak Eri untuk menyerap tenaga kerja dari masyarakat miskin dengan menggunakan aset Pemerintah Kota yang tidak terpakai. Sehingga, pada tahun 2022, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan menjadi 7,62%. Tren positif ini berlanjut hingga tahun 2023, dengan angka yang semakin menurun menjadi 6,76%. Program Padat Karya tidak hanya menyediakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan bagi warga miskin namun juga merevitalisasi aset-aset yang kurang dimanfaatkan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di Kota Surabaya.

Terlebih lagi, komitmen Kota Surabaya terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat telah mendapat pujian dan pengakuan dalam skala nasional. Pencapaian Cak Eri untuk mewujudkan Kota Surabaya 100% bebas buang air besar sembarangan hanya dalam waktu 2 tahun, mencerminkan pendekatan proaktif terhadap sanitasi dan kebersihan lingkungan, memastikan Kota Surabaya sebagai kota yang bersih, sehat dan nyaman untuk dihuni.

Penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diterima oleh Eri Cahyadi tidak hanya sebagai simbol keunggulan individu, namun juga sebagai bukti upaya kolektif warga Kota Surabaya, aparatur sipil negara, dan seluruh pemangku kepentingan. Penghargaan ini menunjukkan kekuatan transformatif dari kepemimpinan visioner, inisiatif yang berani, dan komitmen teguh terhadap kebaikan bersama dari Bapak Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ke depan, Eri tetap teguh dalam dedikasinya demi kemajuan dan kesejahteraan Kota Surabaya yang berkelanjutan. Dengan visi kota yang maju, humanis dan berkelanjutan, beliau berupaya untuk terus mengatasi tantangan yang muncul, dan merencanakan masa depan yang lebih cerah bagi Surabaya dan masyarakatnya.

Surabaya, Indonesia's bustling metropolitan city renowned for its progressive initiatives, has once again secured the esteemed "Anugerah Parahita Ekapraya" award in the mentor category for its outstanding contributions to women's empowerment and protection. This remarkable feat marks the third win for Surabaya in the highest category dedicated to women's advancement in Indonesia, underscoring the city's steadfast commitment to fostering an environment where women can thrive, lead, and succeed.

A Legacy of Empowerment

Surabaya's success in maintaining this prestigious accolade is a testament to its longstanding dedication to women's empowerment and protection. Through a series of innovative programs, policies, and partnerships, the city has actively worked to dismantle barriers and create opportunities for women to achieve their full potential in all aspects of life. For instance, Surabaya has taken a proactive step towards enhancing family wellbeing and community cohesion by establishing Family Learning Centers in 487 community halls across the city. In addition, Surabaya has established WomanInformation Center to equip women with the knowledge, skills, and opportunities they need to thrive in all aspects of life. By promoting access to information, fostering community engagement, and advocating for gender-responsive policies, Surabaya's Woman Information Center is expected to be a driving positive change and to advance women's rights and empowerment in the city and beyond.

Forum Puspa Srikandi Surabaya

Surabaya has taken a proactive stance towards ensuring the welfare and well-being of women through the establishment of "Forum Puspa Srikandi." Inaugurated by Surabaya City Mayor, Eri Cahyadi, this public participation forum serves as a crucial platform for stakeholders from diverse backgrounds to come together and address issues related to women's welfare in the city. Comprising representatives from government agencies, NonGovernment organizations, academic community, business institutions and society, Forum Puspa facilitates collaborative efforts to identify challenges, develop solutions, and implement initiatives aimed at promoting gender equality, protecting women and children's rights, and enhancing their overall quality of life. Through open dialogue, mutual cooperation, and shared responsibility, Forum Puspa embodies Surabaya's commitment to foster inclusive governance, social cohesion, and sustainable development that leaves no woman behind.

Women’s Collaborative Efforts for City Development

Surabaya is witnessing a powerful wave of collaboration among women's groups dedicated to the city's development. Through the concerted efforts of woman organizations such as TP PKK, Gerakan Organisasi Wanita, Dharma Wanita and Bunda PAUD Surabaya Working Groups, women from all walks of life are coming together to drive positive change, foster community empowerment, and promote gender responsive policies across Surabaya. For instance, led by the city's First Lady, Ibu Rini Indriyandi Eri Cahyadi, TP PKK plays a pivotal role in spearheading programs and activities aimed at enhancing the well-being of women and children, promoting health and nutrition, and fostering economic empowerment through skills training and entrepreneurship initiatives.

Steady Increase in Gender Development Index

Surabaya has demonstrated continuous progress in gender development indices, with a steady increase observed over recent years. In 2021, the city recorded a gender development index of 93.90, reflecting ongoing efforts to promote gender equality and empower women across various sectors. Building upon this foundation, Surabaya showed a notable rise to 94.21 in 2022, signaling a continued commitment to advancing gender inclusivity and fostering opportunities for all residents. Impressively, this positive trend persisted into the following year, with the gender development index further increasing to 94.36 in 2023. These successive improvements underscore Surabaya's dedication to create an environment where women can contribute meaningfully to society, and participate fully in the city's education, health and economic sectors.

Gender Development Indices of Surabaya in 2021-2023
Source: Surabaya Statistical Central Bureau, 2024

Setting the Standard

As Surabaya celebrates its third consecutive win of the "Anugerah Parahita Ekapraya" award in the mentor category, it sets a powerful example for cities and communities across Indonesia and beyond. By prioritizing empowerment and protection for women, Surabaya reaffirms its commitment to building a more equitable, inclusive, and prosperous society for all. As the city continues to lead by example, it paves the way for a brighter future where every woman has the opportunity to thrive and contribute to the advancement of her community, city and country

Surabaya, kota metropolitan di Indonesia yang terkenal dengan inisiatif progresifnya, sekali lagi mendapatkan penghargaan "Anugerah Parahita Ekapraya" dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada kategori mentor atas kontribusinya terhadap pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Prestasi ini menandai kemenangan ketiga bagi Surabaya dalam kategori tertinggi yang didedikasikan untuk kemajuan perempuan di Indonesia, yang juga menegaskan komitmen teguh Kota Surabaya untuk menciptakan lingkungan di mana perempuan dapat berkembang, memimpin, dan sukses.

Program Pemberdayaan Perempuan

Keberhasilan Surabaya dalam mempertahankan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya serta mendapat peringkat pertama untuk Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak, merupakan bukti dedikasi jangka panjang Surabaya terhadap pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Melalui serangkaian program, kebijakan,dan kemitraan yang inovatif, kota ini secara aktif berupaya menghilangkan hambatan dan menciptakan peluang bagi perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka dalam semua aspek kehidupan. Misalnya saja, Surabaya telah mengambil langkah inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perlindungan perempuan dengan mendirikan Pusat Pembelajaran Keluarga di 487 balai RW di seluruh sudut kota. Selain itu, Surabaya mendirikan Pusat Informasi Sahabat Perempuan (PRISMA) untuk membekali perempuan dengan pengetahuan, keterampilan, dan peluang yang mereka butuhkan untuk berkembang dalam segala aspek kehidupan. Dengan mempromosikan akses terhadap informasi, mendorong keterlibatan masyarakat, dan mengadvokasi kebijakan responsif gender, PRISMA Kota Surabaya diharapkan dapat mendorong perubahan positif dan memajukan hak-hak dan pemberdayaan perempuan di Kota Pahlawan dan sekitarnya.

Forum Puspa Srikandi

Surabaya Surabaya telah mengambil sikap proaktif dalam menjamin kesejahteraan dan kesejahteraan perempuan melalui pembentukan “Forum Puspa Srikandi.” Dikukuhkan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, forum partisipasi publik ini berfungsi sebagai platform penting bagi para pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang untuk berkumpul dan mengatasi isu-isu terkait kesejahteraan perempuan di kota tersebut. Terdiri dari perwakilan lembaga pemerintah, LSM, komunitas akademis, lembaga swasta dan masyarakat, Forum Puspa memfasilitasi upaya kolaboratif untuk mengidentifikasi tantangan, mengembangkan solusi, dan melaksanakan inisiatif yang bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender, melindungi hak-hak perempuan, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup perempuan secara keseluruhan. Melalui dialog terbuka, gotong royong, dan tanggung jawab bersama, Forum Puspa mewujudkan komitmen Surabaya untuk mendorong tata kelola yang inklusif, kohesi sosial, dan pembangunan berkelanjutan yang tidak meninggalkan perempuan sebagai actor utama pembangunan.

Upaya Kolaboratif Organisasi Perempuan untuk Pembangunan Kota

Surabaya pun menjadi saksi gelombang kolaborasi yang kuat di antara organisasi perempuan yang berdedikasi terhadap pembangunan kota. Melalui upaya bersama dari organisasi perempuan seperti TP PKK, Gerakan Organisasi Wanita, Dharma Wanita dan Kelompok Kerja Bunda PAUD Surabaya, perempuan dari semua lapisan masyarakat bersatu untuk mendorong perubahan positif, mendorong pemberdayaan masyarakat, dan mempromosikan kebijakan responsif gender di Kota Surabaya. Bukti konkretnya, dipimpin oleh Ibu Rini Indriyandi Eri Cahyadi, TP PKK memainkan peran penting dalam mempelopori program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak-anak, meningkatkan kesehatan dan gizi serta mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

Peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dari Tahun ke Tahun

Surabaya menunjukkan kemajuan yang berkelanjutan dalam pencapaian indeks pembangunan gender (IPG), dengan peningkatan yang stabil selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, kota ini mencatat indeks pembangunan gender sebesar 93,90, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. IPG Kota Surabaya pun menunjukkan peningkatan menjadi 94,21 pada tahun 2022, yang menandakan komitmen berkelanjutan untuk memajukan inklusivitas gender dan mendorong peluang bagi semua warga. Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun berikutnya, dengan indeks pembangunan gender yang semakin meningkat menjadi 94,36 pada tahun 2023. Peningkatan IPG dari tahun ke tahun ini merefleksikan dedikasi Kota Surabaya untuk menciptakan kondisi kota di mana perempuan dapat memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat, dan berpartisipasi penuh dalam sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Indeks Pembangunan Gender Kota Surabaya Tahun 2021-2023 Sumber Data: BPS Surabaya, 2024 Menetapkan Standar untuk Indonesia Berbagai kebijakan tersebut memberikan contoh yang baik bagi kota dan komunitas di seluruh Indonesia dan sekitarnya terkait upaya pememberdayaan dan perlindungan perempuan. Dengan mengutamakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Surabaya menegaskan kembali komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi semua. Ketika kota ini terus memimpin dengan memberi contoh, hal ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah di mana setiap perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan komunitas, kota dan negaranya.

Indeks Pembangunan Gender Kota Surabaya Tahun 2021-2023
Sumber Data: BPS Surabaya, 2024

Menetapkan Standar untuk Indonesia


Berbagai kebijakan tersebut memberikan contoh yang baik bagi kota dan komunitas di seluruh Indonesia dan sekitarnya terkait upaya pememberdayaan dan perlindungan perempuan. Dengan mengutamakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Surabaya menegaskan kembali komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi semua. Ketika kota ini terus memimpin dengan memberi contoh, hal ini membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah di mana setiap perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan komunitas, kota dan negaranya.